11 Mei 2012

Susur Pantai Pok Tunggal #2


Untuk kedua kalinya diriku ke pantai pok tunggal gara-gara liat papan kayu yang menunjukkan arah ke pantai ini sudah dibuat meskipun jalannnya juga masih belum bagus. sebelumnya diriku juga pernah kesini namun dengan jalan yang ilegal ,karena cuma iseng-iseng trekking dari pantai watulawang mumpung saat itu air laut lagi setengah surut, dan harus buru-buru kembali sebelum air laut pasang.

Rupannya pantai pok tunggal ini sudah dibuka oleh warga setempat meskipun belum ada fasilitas apa-apa dipantai ini. Mungkin karena imbas suksesnya pantai indrayanti yang membuat pantai-pantai disekitarnya mulai berbenah seperti sundak timur, watulawang, dan pok tunggal.

 

Kebetulan waktu itu pantai pok tunggal sedang surut sehingga banyak sekali warga yang sibuk mencari rumput laut dan biota laut disepanjang pantai ini. Dan akupun juga tak tinggal diam, mumpung banyak orang, aku juga ikut susur pantai ke arah timur dari pantai pok tunggal dengan kaki bugil

Hingga akhirnya sampailah di sebuah pantai yang cukup luas dan panjang dengan dikelilingi tebing yang tinggi. Pantai ini sepi dan tak berpenghuni lawong tak ada jalan masuknya karena memang benar-benar terjepit oleh tebing yang tinggi itu tadi. Yang ada hanyalah gubuk yang dibangun untuk peristirahatan para pencari rumput laut.

Sempat bertanya juga dengan seorang warga yang sedang istirahat, katanya tempat ini adalah pantai watu nenen atau watu neneng gitu soalnya suaranya agak kabur gara-gara suara deburan ombak yang mulai membesar

Dan aku juga menanyakan apakah ada jalan lain untuk kembali ke pantai pok tunggal ? (dengan harapan ada jalan pintas yang lebih bagus dari pada nginjak-nginjak karang dengan kaki telanjang )

Dan ternyata tidak ada!, kalaupun mau juga harus menaiki tebing tinggi tersebut itupun masih ngalang tambah jauh. Wadooh!!

Akhirnya dengan penuh sukacita kepanikan dirikupun harus buru-buru kembali ke pantai pok tunggal karena ombak sudah mulai membesar, perihnya telapak kakipun sudah tak ku hiraukan demi selamat sampai pok tunggal daripada diterjang ganasnya ombak laut selatan.






25 Apr 2012

Pantai Bekah itu Sesuatu Banget..


Tebing bekah ini terletak di dusun Temon, desa Giripurwo, Kecamatan Panggang Gunungkidul Yogyakarta, walaupun lebih popular dengan nama pantai bekah namun menurutku lebih cocok dengan sebutan tebing bekah karena pantai ini tak berpasir, kadang juga orang menyebut pantai ini dengan nama pantai panjung.

Bukan suatu hal yang mudah untuk menemukan pantai ini karena tempat ini berada di pedalaman kecamatan panggang yang belum tersentuh aspal sama sekali apalagi sinyal 3G , tapi untungnya ada sumber petunjuk yang benar-benar valid yang aku lihat dari wikimapia karena jalurnya sudah terindex disitu.

Perjalanan aku mulai dari jogja menuju ke imogiri timur lalu melalui siluk untuk masuk ke kecamatan panggang dengan sedikit clingak-clinguk karena kebingungan hingga akhirnya tembus juga ke jalur lintas selatan gunungkidul. Petunjuk paling mudah enaknya dari SDN Karangnongko I lalu masuk keselatan menuju dusun temon dengan jalan yang sudah disemen dua jalur.

Aku kira jalan semen ini akan mengantarkanku sampai ke laut, Eh.. tak ada 1 km sudah berubah menjadi jalan berbatu, jalur seperti ini terpaksa ditempuh sejauh 6 - 7km dengan kecepatan hanya 10km/jam.   #jinguk!! .

Pengalamanku 4km dengan kontur jalan seperti itu saat ke Pantai Timang rupanya belum apa-apa jika dibandingkan dengan rute pantai bekah ini.

Jalan ini bener-bener mengocok perut sampai ngakak terkencing-kencing, bahkan bikin misuh-misuh disepanjang jalan , kadang juga terdiam karena keletihan sambil mbatin ( kok ra tekan-tekan thoh..) .

Satu hal yang memberikan kesan dari desa ini adalah warga desa disini sangat ramah-ramah ,hampir disepanjang jalan setiap berpapasan selalu ada yang menyapa kehadiran kami ,
Mau kemana mas?", "Ajeng ten pundi mas?" ,"Ajeng mancing mas?" , "Jenengen putrane pak bambang nggeh?" (????????...)”

Ups! :


Sampai akhirnya penampakan air laut sudah didepan mata, rasanya sudah tak sabar ingin njegur sampai tujuan untuk istirahat. Meluruskan pinggang dan jari tangan yang tegang.

Disini kita bisa menyaksikan deretan tebing yang menjulang tinggi ditepi pantai layaknya Cliff of Moher di Irlandia atau tak perlu jauh-jauh ke kurub selatan untuk melihat ikan paus muncul ke permukaan karena paus juga sering nongol disini.

Sudah menjadi hal yang wajar jika disini sering muncul ikan paus, hiu ,lumba-lumba, iwak peyek dan penyu karena merupakan perairan dalam yang mempunyai potensi terdapat ikan-ikan besar yang melintas. Maka dari itu hanya orang-orang pemancing saja yang sering datang kemari apalagi di akhir pekan.

Dari warga setempat juga menyediakan jasa caddy yang cantik dan sexy untuk menemani selama mancing dengan upah Rp.200.000 semalam, tentunya caddy tersebut berbadan kekar karena ikan yang diangkat bobotnya bisa mencapai 40kg.

Bangunan ini sudah mulai dibangun sejak tahun 2006 setelah gempa jogja oleh pak Bambang kata pakde yang sedang cari rumput, dan saat diriku kemari sedang dalam proses perbaikan.

Sungguh pemandangan yang luar biasa , bisa menikmati kencangnya angin laut selatan diatas lincak yang sudah tersedia ini. Untung saja masih ada orang yang peduli dengan potensi alam yang sebelumnya hanyalah batuan karang yang penuh semak belukar dan kini telah disulap menjadi sebuah tempat yang lebih bernilai.

Kapan-kapan mancing Ahhh…













Ikan Paus ( Source image : kurniafahmy.blog.com )







15 Apr 2012

Jembatan Gantung Unik di Kampung Selopamioro


Jembatan gantung selopamioro ini terletak di Pedukuhan Wunut, Kedungmiri, Imogiri, Bantul, Yogyakarta ,paling mudah bisa ditempuh dari jalan imogiri timur kearah selatan sampai pada persimpangan di dekat SMP N 2 imogiri lalu belok ketimur pokoknya lurus saja sampai nemu jembatan ini. Jalan yang dilewati terkadang beraspal dan kadang tanah berlubang, kadang lagi jalan sempit karena dipenuhi dengan jemuran gabah

aku sebut unik karena memang bentuknya dan fungsinya yang menurut saya serba nanggung, kalo dari bentuknya terbuat dari besi pada gerbang penyangganya ,lalu tali tambang dan kayu untuk landasannya sehingga ketika ada beban yang melintas akan terasa goyang-goyang, sedangkan fungsinya untuk penyeberangan segala sesuatu yang penting muat seperti pejalan kaki, hewan ternak, andong dan kendaraan roda dua lainnya.

Yang saya pikir nanggung itu jembatan ini cocoknya untuk pejalan kaki saja tapi untuk motorpun juga muat, sedangkan klo untuk kendaraan bermotor ,lebarnya terlalu sempit jadi harus saling bergantian.

bagaimanapun itu, jembatan ini sudah sangat membantu aktifitas perekonomian warga setempat. aku membayangkan apa jadinya jika jembatan ini tidak ada maka pedesaan disini akan seperti daerah terisolir karena jembatan ini melintas diatas kali oyo yang menghubungkan desa Selopamioro dan desa Sriharjo Imogiri Bantul.

Kebetulan diriku kesini juga dengan bersepeda di pagi hari yang sudah ramai dengan hiruk pikuk petani dengan garapan sawahnya, karena sebagian besar warga disini beraktifitas sebagai programmer petani dan peternak. warga disini juga ramah-ramah ,terkadang juga sering menyapa kedatangan kami yang sedang bersepeda.

Kalau musim kemarau kali oyo ini akan terlihat berwarna hijau toska yang menjadikan tempat ini menjadi tambah unik. Mungkin karena yang unik inilah banyak orang penasaran dengan jembatan ini . bahkan jembatan ini pernah untuk syuting sinetron (katanya sih..), kadang kalo minggu sering dipakai untuk foto prewedding, mancing, dan loncat indah.



Jalur sepeda di jogja yang menantang
Sebenarnya jalur ini adalah jalur yang sering digunakan oleh para pengguna motor trail karena medannya yang nanjak , sempit dan tidak karuan. Namun tak ada salahnya bagi para pesepeda yang menyukai tantangan atau jalur yang ekstrim untuk mencobanya.

Dan dirikupun tertantang untuk mencicipinya, bermula dari jembatan gantung tersebut kearah timur mengikuti ruas jalan yang sudah disemen sambil menikmati pemandangan alam disekitar kali oyo.

Kata warga sekitar (simbah-simbah yang ngomong) bila kita mengikuti jalur ini terus maka akan sampai ke mangunan atau kebun buah mangunan, namun sebelumnya harus melewati alas (hutan) terlebih dahulu.

Sampailah diriku diujung ruas jalan yang disemen tadi dan petualanganpun dimulai karena medan yang dilalui berupa tanah yang berbatu plus nanjak pula. diseberang sungai sempat melewati sebuah air terjun dipinggiran sungai oyo namun debit airnya cukup kecil sehingga suara gemerciknya kurang terasa.

Karena jalurnya yang bener-bener ekstrim maka sepedapun lebih sering dituntun daripada ditunggangi . dan rupanya tanjakan lebih mendominaasi daripada turunan hadehh! .

Begitu memasuki hutan perasaanku jadi galau ,karena suasananya yang memang sunyi dan sepi tapi untungnya banyak kicauan burung yang mencairkan suasana di jalan yang tak karuan ini. tak ada orang lain lagi disini kecuali hanya kami bertiga.

Perjalananpun semakin jauh menerobos lebatnya hutan yang sepertinya belum terlihat juga tanda-tanda untuk sampai ke tempat tujuan . dengan nafas ngos-ngosan akhirnya diriku berhenti untuk istirahat sambil debat, apakah akan maju atau mundur ?!

Karena kami hanya bertiga dan dua diantaranya memilih untuk mundur maka akupun ikut mundur hahaha...
Jadi sampai detik ini akupun masih penasaran tentang jalur tersebut akan berujung sampai mana, barangkali ada pembaca yang terusik untuk mencobanya ?

Mungkin kita bisa coba sama-sama, yang pasti jangan hanya bertiga




1 Apr 2012

Aksiku di Curug siklotok dan silangit


Curug Siklotok dan Silangit terletak di Dusun Jekerto, Desa Kaligono, Kec. Kaligesing, Purworejo. Meskipun sudah tak diwilayah DIY lagi dan rute yang tak tau pasti, namun perjalanan tetap saya mulai sesudah pukul 12.00 alasanya hanya sepele, yaitu menunggu makan siang tiba

Perjalanan saya mulai dari kota jogja melalui jalan godean menuju ke arah barat hingga sampai pada traffic light terakhir yaitu diperempatan nanggulan yang lumayan lengang pada saat itu, jadi bisa ngebut dengan kecepatan tinggi (not recomended)

Untuk menuju ke kabupaten purworejo tentunya harus melewati kabupaten kulonprogo terlebih dahulu yang sudah barang tentu juga harus menaiki pegunungan menoreh dengan tanjakannya yang bikin knalpot mati gaya.. maklum saja baru kali ini lewat jalur ini via nanggulan.

Meskipun begitu pemandangan yang disajikan di perbukitan menoreh ini cukup apik, lekukan-lekukan perbukitan yang menyejukkan mata mengiringi disepanjang perjalanan. Ada banyak wisata alam yang bisa ditemukan di pengunungan menoreh ini seperti air terjun watu jonggol, air terjun sidoharjo, kebun teh nglinggo, waduk sermo, kalibiru, goa kiskendo, pantai ngungap, puncak widosari, puncak suroloyo dan masih banyak lagi potensi wisata yang belum tergali lainnya.

Sampailah diriku pada suatu persimpangan yang disitu terdapat papan penunjuk jalan yang menunjukkan jalan alternatif arah ke purworejo . namanya juga jalan alternatif lama-lama keadaan jalan berubah manjadi jalan berbatu, toh ini juga sudah manjadi santapan yang biasa ketika diriku hendak mencari air terjun.

Dalam perjalanan tersebut banyak sekali melintasi hutan-hutan pinus di kanan-kiri jalan, dan begitu masuk di kecamatan kaligesing berubah menjadi hutan-hutan pohon durian, Memang kecamatan kaligesing ini terkenal dengan buah-buahannya salah satunya ya durian itu. sayang sekali saat itu musim durian sudah lewat ,yang tersisa hanyalah aroma kulit durian dipinggiran jalan

Ketika memasuki kecamatan kaligesing, ruas jalan tampak sedikit sempit apalagi ditambah tikungan-tikungan tajam yang tiba-tiba menghadirkan truk bermuatan kayu glondongan, jadi perlu hari-hati disini.

Tibalah pada tempat tujuan dengan ongkos masuk Rp.2000,- /gundul ,lalu dilanjutkan berjalan kaki menyusuri sungai yang penuh dengan bebatuan dan pohon durian di sekelilingnya.




Curug Silangit

Curug silangit ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter, dan dibawahnya terdapat sebuah kedung yang memiliki kedalaman 5 meter. Air disini cukup dingin karena berasal dari pegunungan ,namun bagi temanku kurang afdol jika tidak mencicipi dinginnya air terjun di pengunungan, lihat saja aksi nekadnya yang bisa membahayakan diri sendiri dan masa depannya..
meskipun sudah ada larangan utk tidak berenang di dalam kedung. Namun apapun itu ,aturan dibuat memang utk dilanggar. hehe..

Curug siklotok berada dibawah curug silangit dengan ketinggian sekitar 10 meteran, dicurug yang satu ini memang banyak anak-anak mandi dibawah air terjun tersebut karena memang kedungnya tidak terlalu dalam, jadi masih aman untuk bermain air.

Curug Siklotok

28 Feb 2012

Candi Barong – Candi Ratu Boko yang Penuh Rintangan


Dari candi banyunibo untuk menuju candi barong ternyata bukanlah hal yang mudah walaupun kedua candi ini cukup dekat hanya saja candi banyunibo berada di bawah dan candi barong berada di atas bukit, karena kami memilih cara yang instant untuk mencapai tujuan tersebut alias jalan pintas..

Padahal sudah diberi tahu seseorang bahwa jalan pintas ini agak susah namun diriku tetap ngeyel lewat jalan tersebut dengan pertimbangan ‘ Tanggung daripada Ngalang’ , alhasil nyasarlah di rumah orang hingga di gonggongin anjing...! wasyuu!
kabuuuuur!!

Setelah melarikan diri dengan penuh semangat ,ketemulah jalan setapak menuju ke atas bukit, namanya juga jalan setapak , untuk jalan sendiri saja sudah pass apalagi bawa sepeda.. dohh!!
Akhirnya dengan amat sangat terpaksa dan memang tak ada cara lain, jurus angkat besipun dilakoni mulai dari jalan berundak hingga berjalan di pematang sawah..

Mbah Somo sedang angkat besi :P

Setelah dengan susah payah ketemu juga candi barong yang terlihat sangat luas pada halamananya. Candi barong ini terletak di dusun Candisari, kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Yogyakarta.

Candi ini bercorak hindu yang dibangun sekitar abad 9 dan 10 pada saat zaman mataram kuno. Kompleks candi ini berada di atas tanah berundak 3 dengan beberapa bangunan candi pada setiap terasnya. Pada teras tertinggi terdapat 2 buah candi untuk pemujaan dewa Wisnu dan dewi Sri sebagai lambang kesuburan.

Candi Barong

Candi Barong

Dari kejauhan terlihat petugas penjaga candi dengan raut wajah yang kurang wenak dilihat. Tatapan matanya selalu menguntit grak-gerikku  (perasaanku jadi galau) . akhirnya setelah istirahat dan puas menikmati pemandangan candi barong kamipun turun dengan pura-pura melihat papan informasi candi yang terletak di gerbang masuk.

Petugas itupun menghampiri dan bertanya : ‘Kalian dari mana?’ , dengan wajah sok serem apalagi dengan kumisnya yang gondrong itu..
Kamipun menjawab : ‘dari candi banyunibo pak.’ ,
Penjaga candi : ‘lewat mana ?’ dan kami jawab : ‘Lewat sawah pak
Penjaga candi: ‘ kalian tahu tidak, masuk di lokasi candi itu tidak boleh ada kendaraan apapun yg boleh masuk! , termasuk sepeda juga tidak boleh!, sekarang kalian isi absensi dulu disana!’

Kamipun masuk ke pos penjagaan dengan mengisi absensi, dan penjaga candi tersebut masih memberi penjelasan macam-macam. Capedeeh! Berharap kami tidak ditilang dengan pasal berlapis.
setelah semua urusan selesai kamipun melarikan diri dengan penuh semangat menuju destinasi yang kedua yaitu candi ratu boko.

Jalan yang kami tujupun masuk-masuk ke perkampungan warga yang penting tidak menggunaka jurus angkat besi lagi .

Tibalah di sebuah tempat yang rimbun dengan pepohonan dan ternyata kami sudah berada di kawasan candi ratu boko, tepatnya di bagian pintu belakang.

Di situ ada simbah-simbah yang mengatakan, masuk saja tapi sepeda dititipkan di dekat rumah. Kamipun masuk dengan penuh semangat, baru kali ini masuk tanpa bayar . sudah yang ketiganya diriku masuk ke candi boko ini, yang pertama dulu datang terlalu sore menjelang petang hingga masukpun sudah gelap, siall!, yang kedua begitu datang langsung di sambut hujan deras yang tak henti-hentinya, siall lagi!

Candi ratu boko terletak di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200 m. berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek candi prambanan.

Nama "Ratu Boko" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko arti harafiahnya : "raja bangau" adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan.
Situs ini dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini

Batur Pendopo

Batur Pendopo berdenah segi empat berukuran 20 x 21 m dan tingginya 1,46 m tersusun dari batu andesit, pada sisi utara timur dan barat terdapat tangga naik yang tersusun dari batu andesit . diatas batur pendopo terdapat sebuah umpak yang berjumlah 24 buah sedangkan permukaan Batur Pringgitan terdapat umpak 12 buah.

candi Ratu Roko

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Blog ini dikembang biak'kan Oleh | Yuliaslovic |